Home » Wawasan Logistik » Sejarah Logistik : Perkembangan | Potensi di Indonesia

Sejarah Logistik : Perkembangan | Potensi di Indonesia

Wawasan mengenai sejarah logistik sampai perkembangannya terutama di Indonesia akan kami kupas secara detail dan bagaimana sejarah logistik berpengaruh terhadap pesatnya potensi bisnis pengiriman barang dari dalam maupun luar negeri hingga kini. Apabila saat ini anda adalah salah satu pribadi yang menyukai aktifitas jual beli online pastinya tak lepas dari yang namanya logistik itu sendiri, jadi sangat penting peran sejarah logistik dan perkembangan di indonesia perlu kami informasikan secara mendalam dan akurat dari berbagai sumber terpercaya.

Sejarah Logistik

Kami telah membaca referensi dari wikipedia mengenai apa itu logistik dan bagaimana sejarah logistik pada masa lampau, berikut penjelasannya:

“Kata logistik berasal dari bahasa Yunani yaitu logos (λόγος) yang berarti “rasio, kata, kalkulasi, alasan, pembicaraan, orasi”. Kata logistik sendiri memiliki asal kata dari Bahasa Perancis loger yaitu untuk menginapkan atau menyediakan. Kegunaan asalnya untuk menjelaskan ilmu dari pergerakan, suplai & perawatan dari pasukan militer di lapangan. Nantinya digunakan untuk mendeskripsikan manajemen arus barang di sebuah organisasi, dari barang mentah menjadi barang jadi.

Logistik adalah konsep yang dianggap berevolusi dari kebutuhan pihak militer untuk memenuhi persediaan mereka ketika mereka beranjak ke medan perang dari markas. Pada kekaisaran Yunani, Romawi dan Bizantium kuno, ada perwira militer dengan gelar ‘Logistikas’, yang bertanggung jawab atas distribusi dan pendanaan persediaan perang.

Oxford English Dictionary mendeskripsikan logistik sebagai “the branch of military science relating to procuring, maintaining and transporting materiel, personnel and facilities.” Definisi lainya adalah “the time-related positioning of resources.” Maka dari itu, logistik biasanya dilihat sebagai cabang umum dari ilmu teknik yang membuat “sistem manusia” bukan “sistem mesin”.

Perkembangan Logistik

Tujuan dari logistik adalah mengirim barang jadi dan bahan material, dalam jumlah benar, bila diperlukan, dalam kondisi yang dapat digunakan, ke lokasi yang memerlukan, dan total biaya yang rendah. Melalui proses logistik yang bahannya mengalir ke manufaktur besar di negara industri dan produk di distribusikan melalui saluran distribusi untuk dikonsumsi.
Kinerja logistik menyediakan kegunaan waktu dan tempat (time and place utility). Dalam ketersediaan tepat waktu, akan ditambah ke bahan atau produk sebagai hasil dari proses logistik. Meskipun sulit untuk mengukur secara tepat, pengeluaran tahunan logistik Amerika Serikat melebihi 20% dari total berat kotor produk nasional.Dengan kata lain,untuk setiap triliun dolar dari GNP, tagihan logistik nasional melebihi $200.000.000.000 per tahun.

Dalam arti yang luas, ruang lingkup manajemen logistik melibatkan segala sesuatu yang bergerak ke, dari, dan di antara fasilitas operasi suatu perusahaan. Oleh karena itu, tanggung jawab manajemen logistik adslah untuk merancang dan mengelola suatu sistem untuk mengontrol aliran dan strategis penyimpanan bahan, bagian dan barang jadi untuk keuntungan maksimum perusahaan.

Tujuan dari kinerja logistik adalah untuk mencapai tingkat yang telah ditetapkan pasar manufaktur pada pengeluaran total biaya rendah. Manajer logistik memiliki tanggung jawab yang mendasar untuk merencanakan dan mengelola sebuah sistem operasi yang mampu mewujudkan tujuan ini.

Bab awal ini memperkenalkan dan mendefinisikan konsep-konsep dasar terlibat dalam manajemen logistik sebagai berikut :

Menuju Logistik yang Terintegrasi
Sebelum tahun 1950, ciri khas perusahaan diperlakukan proses manajemen logistik secara terpisah-pisah. Para penulis mengakui begitu pentingnya logistik untuk pemasaran dan manufaktur, ada konsep manajerial formal atau menguasai terintegrasi. Prioritas pemasaran modern ditempatkan pada (1) extensive line-item proliferasi, (2) menjual produk yang sama melalui berbagai saluran pemasaran dan berbagai jenis pengecer, dan (3) menawarkan perluasan produk-layanan yang terkandung dikombinasikan untuk menciptakan kebutuhan pendekatan baru dan lebih murah untuk dukungan fisik marketing.

1956 – 1965 Dekade Kristalisasi

Periode ini adalah dimana konsep logistik terpadu mengkristal setelah bertahun-tahun mengalami ketidakjelasan. Empat perkembangan utama yang didapatkan dari pengkristalan ini adalah:
1 .pengembangan total analisis biaya
2. pengembangan sistem pendekatan
3. meningkatkan kepedulian terhadap layanan pelanggan
4. memperhatikan saluran distribusi yang telah direvisi

Meskipun banyak faktor yang memberikan kontribusi terhadap pengembangan logistik, empat memiliki arti khusus:

Pertama, adalah pengembangan total biaya analisis.
Kedua, adalah penerapan sistem teknologi. Pendekatan sistem menyediakan cara untuk mempelajari hubungan kompleks, dan total biaya menyediakan perangkat pengukuran.
Ketiga, pembangunan adalah lebih besar kesadaran bahwa kinerja logistik bisa merangsang generasi pendapatan sebagai hasil dari kinerja layanan pelanggan
Keempat, akhirnya, pengembangan juga dibantu oleh peningkatan kesadaran akan pentingnya waktu, risiko, dan komitmen daya logistik di saluran distribusi secara keseluruhan.

1965 – 1970 Periode Pengujian untuk Relevansi
Periode dari 1965 hingga 1970 adalah waktu di mana konsep-konsep dasar logistik yang akan diuji. Hasilnya adalah bahwa manfaat yang dibuat menjadi kenyataan dan konsep-konsep logistik lulus ujian waktu.Banyak perusahaan mulai menerapkan logistik yang terintegrasi.

1970 – 1978 Periode Perubahan Prioritas
Pada tahun 1970-1978 adalah periode ketidakpastian berkepanjangan di hampir setiap kegiatan perusahaan. Untuk pertama kalinya sejak perang dunia 2, persediaan energi menjadi kritis. Kekurangan energi ditambah dengan kenaikan harga bahan bakar dan minyak menjadi kekhawatiran.
Logistik menghadapi kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas energi karena terlibat dalam kegiatan transportasi dan penyimpanan antara konsumen energi terbesar dan paling terlihat. Manajemen logistik mulai membuat rencana pemeliharaan manufaktur dan pengolahan bahan. Ekologi menjadi perhatian utama sejak krisis energi. Peringkat tertinggi diantara potensi sumber utama dalam kegiatan logistik yaitu pencemaran udara.

Dampak yang paling signifikan dari periode ini adalah aspek logistik menjadi dikenal, dihargai dan diakui dalam struktur organisasi perusahaan swasta dan publik yang tak terhitung jumlahnya. Konsep-konsep yang telah terbukti menjadi kontributor layak pencapaian tujuan perusahaan. Konsep terpadu logistik menyediakan sarana untuk mengatasi ketidakpastian dengan positif.

Melewati 1978 Menuju Logistik yang Terintegritas
Beberapa dekade ke depan menawarkan prospek pembayaran lebih besar dari implementasi penuh dari manajemen logistik. Dalam retrospeksi, beberapa kebutuhan penting yang mendorong kekhawatiran bahan yang berlebihan tidak banyak.

Manajemen logistik terpadu memberikan logika dan menjadi lebih umum dengan 5 alasan, yaitu :
Pertama, saling ketergantungan antara kedua wilayah operasional yang dapat dimanfaatkan untuk keuntungan perusahaan.
Kedua, pendukung logistik terpadu adalah bahwa konsep sempit distribusi fisik dan bahan manajemen membuat terjadinya potensi antarmuka negatif atau disfungsional.
Ketiga, untuk mengintegrasikan kegiatan distribusi fisik dan manajemen bahan adalah persyaratan kontrol untuk setiap jenis atau operasi serupa.
Keempat, integrasi operasional logistik adalah peningkatan kesadaran bahwa ada banyak trade-off antara manufaktur ekonomi dan pemasaran persyaratan yang didamaikan oleh sistem logistik yang dirancang dengan baik.
Kelima, dan mungkin yang paling signifikan, alasan logistik terintegrasi adalah bahwa kebutuhan hari ini dan besok, misi logistik tidak lagi dapat mengalahkan perkembangan teknologi hardware asli.
Hasil dari lima alasan diatas adalah, bidang logistik akan terus dikelola secara terintegrasi. Dalam teks ini ditulis pada asumsi bahwa integrasi penuh dari semua sistem operasi logistik terkait ke dalam salah satu upaya yang sangat terkoordinasi yang akan terwujud.

Referensi

Bowersox, D.J. (1978). Logistical Management. A Systems Integration of Physical Distribution Management and Materials Management, Second Edition New York

Aktifitas Logistik

Aktifitas Logistik

Perkembangan dunia teknologi mengubah cara orang beraktivitas. Hal tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung akan memengaruhi kondisi industri. Salah satunya, yang dialami industri logistik di Indonesia. Semenjak hadirnya Internet dan fasilitas email, industri yang besar berkat layanan berkirim surat ini mengalami penurunan. Kira-kira dalam tujuh tahun terakhir, hal tersebut kentara sekali dampaknya. Lalu, datang industri e-commerce yang dinilai sebagai dewi penyelamat.

“Kini, kondisinya berbeda. Jika dulu para pemain itu menganut layanan yang box centric kini mereka human centric. Dulu, shipper yang menjadi driver dari layanan. Kini, buyer yang memegang peranan tersebut. Saat ini, buyer menuntut pelayanan yang penuh dari merek. Mengapa? Karena kini mayoritas yang dikirim adalah produk bukan lagi paket,” ujar Zaldi Masita Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) kepada Marketeers.

logistik-indonesia

Sebab itu, pemain industri harus melakukan pendekatan yang berbeda. Selain mengusung aneka tantangan, kondisi industri saat ini mampu menyelamatkan aliran kas perusahaan ekspedisi. Dulu, perusahaan ini sering berhubungan dengan sektor B2B yang pembayarannya sering tertunda. Berbeda dengan saat ini, e-commerce yang menjadi pangsa pasar terbesar menganut sistem pembayaran langsung yang banyak dibebankan kepada pelanggannya.

“Pelaku e-commerce di Indonesia ini cukup berbeda dibandingkan di Tiongkok. Jika di Tiongkok 80% seller adalah pemilik industri rumahan. Sementara, di Indonesia 80% pelaku e-commerce adalah trader. Hal tersebut menjadi masalah ketika berurusan dengan impor. Karena dengan model trader, faktor bea cukai memberikan kontribusi yang kritikal. Selain itu, tantangan bagi para pemain ini adalah tidak adanya regulasi yang mengingat soal distribusi,” kata Zaldi.

Zaldi mengatakan saat ini para pelaku e-commerce tidak diikat oleh peraturan logistiknya. Banyak pemain yang pada akhirnya mengelola logistiknya secara internal. Secara umum, tantangan yang kerap dihadapi oleh pemain adalah soal ekspektasi konsumen terhadap waktu pengiriman. Sementara soal ekspor, kondisi saat ini menyatakan bahwa biaya logistik impor satu kontainer dari Hongkong ke Jakarta lebih murah dibandingkan dengan biaya ekspor.

Bagaimana dengan kondisi ekonomi yang melemah? Pada kuartal I, pertumbuhan bisnis logistik cukup baik.Kuartal I 2015, total pendapatan logistik nasional mencapai Rp 120 triliun atau tumbuh sekitar 5-6% dibanding tahun lalu pada periode yang sama. Namun, pada kuartal II tahun ini, angkanya mengalami penurunan. Penyebabnya adalah menurunnya pasar ritel yang disebabkan oleh nilai dolar menguat, impor berkurang, dan bisnis menurun. Zaldi menjelaskan, biasanya dalam dua bulan sebelum lebaran kapasitas logistik sudah penuh. Bisa dikatakan untuk mencari truk yang kosong sudah susah. Namun, kini masih banyak yang kosong. Saat ini, kapasitas logistik yang terpakai baru 70% atau turun 30% dibanding tahun lalu.

“Momen lebaran ini setiap tahunnya menjadi pelecut pertumbuhan industri logistik. Sekitar 35% pendapatan dalam setahun mampu dikontribusikan untuk momen lebaran saja. Meski begitu, asosiasi masih menargetkan angka positif hingga akhir tahun akan tumbuh 10%. Tahun lalu, total pendapatan logistik mencapai Rp 400 triliun atau tumbuh 15% jika dibanding tahun 2013,” jelas Zaldi.

Mengapa ALI masih optimistis? Zaldi menjawab, meski kondisi ekonomi sedang melemah atau krisis sekalipun, biasanya industri ini justru akan naik. Kecenderungannya, perusahaan yang sebelumnya memiliki armada logistik sendiri ketika krisis ekonomi akan lebih memilih untuk outsource. Hal inilah yang terjadi ketika ekonomi dunia mengalami krisis pada tahun 1998.

sumber : http://marketeers.com/inilah-perubahan-industri-logistik-indonesia-saat-ini/

Begitu sangat bermanfaat sejarah logistik untuk kita pelajari, dan sangat potensial untuk eksplorasi terhadap bisnis ataupun bekerja di dalam koridor manajemen logistik, untuk itu masih ada pengertian-pengertian lebih lanjut mengenai banyak hal tentang logsitik, anda hanya perlu subscribe artikel-artikel2 kami dengan cara klik subcribe yang ada di bagian bawah web, semoga postingan ini bisa menjadi referensi anda dalam mencari info tentang sejarah logistik dan perkembangannya di indonesia, salam bisnis.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *